Home
kanker
kanker tenggorokan
Kesehatan
Kanker Tenggorokan: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

 Kanker Tenggorokan

kanker tenggerokan
hanya ilustrasi:Kanker Tenggorokan: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Kanker Tenggorokan - comunitynews - Kanker tenggorokan adalah jenis kanker yang terjadi pada sel-sel tenggorokan, yakni organ di leher yang berfungsi untuk menghubungkan mulut dan hidung dengan saluran pernapasan. Penyakit ini termasuk salah satu jenis kanker yang cukup jarang terjadi, namun tetap dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani dengan baik. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan cara penanganan kanker tenggorokan.

Penyebab Kanker Tenggorokan

Secara umum, kanker tenggorokan disebabkan oleh perubahan sel-sel yang tidak normal pada jaringan tenggorokan. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker tenggorokan, di antaranya adalah:

1.Merokok

Merokok merupakan faktor risiko utama kanker tenggorokan. Zat-zat kimia berbahaya yang terdapat dalam rokok dapat merusak sel-sel tenggorokan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya perubahan sel-sel yang tidak normal pada jaringan tenggorokan.

2. Konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tenggorokan. Hal ini disebabkan karena alkohol dapat merusak sel-sel tenggorokan, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya perubahan sel-sel yang tidak normal pada jaringan tenggorokan.

3. Infeksi virus

Beberapa jenis infeksi virus, seperti human papillomavirus (HPV), juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tenggorokan. Virus HPV dapat menyebabkan perubahan sel-sel tenggorokan yang tidak normal, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kanker.

Gejala Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan dapat menimbulkan beberapa gejala, di antaranya adalah:

1. Kesulitan menelan

Kanker tenggorokan dapat menyebabkan kesulitan menelan, terutama ketika menelan makanan atau minuman yang kasar atau keras.

2. Nyeri atau sakit tenggorokan

Gejala yang paling umum dari kanker tenggorokan adalah nyeri atau sakit pada tenggorokan.

3. Pembengkakan kelenjar getah bening

Kanker tenggorokan dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.

4. Suara serak atau berubah

Kanker tenggorokan dapat menyebabkan suara serak atau berubah, terutama jika terjadi kerusakan pada sel-sel pada area tenggorokan yang terlibat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika seseorang mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes diagnostik, seperti tes darah, tes imaging, atau biopsi, untuk menentukan apakah gejala merupakan tanda-tanda kanker tenggorokan atau bukan. Semakin dini kanker tenggorokan terdeteksi, semakin besar peluang untuk menyembuhkan penyakit ini.

Cara Penanganan Kanker Tenggorokan

Cara penanganan kanker tenggorokan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebarannya. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengobati kanker tenggorokan, antara lain:

1. Operasi

Operasi dapat dilakukan untuk mengangkat sel-sel kanker pada tenggorokan. Metode operasi yang dilakukan dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan penyebaran kanker.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode pengobatan kanker dengan menggunakan obat-obatan kemoterapi yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui vena atau diminum. Obat-obatan ini dapat membunuh sel-sel kanker, namun juga dapat membunuh sel-sel sehat dalam tubuh.

3. Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar-x atau sinar gamma untuk membunuh sel-sel kanker pada tenggorokan. Metode ini dapat dilakukan dengan menggunakan mesin radioterapi eksternal atau melalui implan radioterapi.

Baca Juga: Kanker Laring dan Kanker Faring

Kanker tenggorokan tidak hanya terbatas pada organ tenggorokan saja, namun juga dapat menyebar ke organ-organ terkait lainnya, seperti laring dan faring. Kanker laring adalah kanker yang terjadi pada sel-sel laring, organ yang terletak di atas tenggorokan dan berfungsi untuk mengatur suara dan bernapas. Sedangkan kanker faring adalah kanker yang terjadi pada sel-sel faring, organ yang terletak di belakang rongga mulut dan berfungsi untuk mengatur saluran pencernaan dan pernapasan. Kanker laring dan kanker faring memiliki gejala dan metode pengobatan yang serupa dengan kanker tenggorokan.

Dengan demikian, untuk mencegah terjadinya kanker tenggorokan, sebaiknya menghindari faktor-faktor risiko seperti merokok dan konsumsi alkohol secara berlebihan. Selain itu, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin juga penting untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya sel-sel kanker pada tenggorokan atau organ-organ terkait lainnya.

Kesimpulan

Kanker tenggorokan merupakan jenis kanker yang jarang terjadi namun dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani dengan baik. Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker tenggorokan adalah merokok, konsumsi alkohol secara berlebihan, dan infeksi virus seperti HPV. 

Gejala-gejala kanker tenggorokan meliputi kesulitan menelan, nyeri atau sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan suara serak atau berubah. Untuk menentukan apakah gejala tersebut merupakan tanda-tanda kanker tenggorokan atau bukan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan kanker tenggorokan dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi, tergantung pada tingkat keparahan dan penyebarannya. 

Selain itu, mencegah terjadinya kanker tenggorokan dengan menghindari faktor-faktor risiko seperti merokok dan konsumsi alkohol secara berlebihan serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin juga penting untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya sel-sel kanker pada tenggorokan atau organ-organ terkait lainnya. Semakin dini kanker tenggorokan terdeteksi, semakin besar peluang untuk menyembuhkan penyakit ini. Jangan lupa juga untuk membaca artikel tentang kanker laring dan kanker faring, yang merupakan jenis kanker terkait yang juga dapat terjadi pada organ-organ terkait dengan tenggorokan.

Blog authors