-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Thailand Legalkan Ganja Berikut Ketentuan dan Syaratnya

Monday, June 13, 2022 | 4:30 AM WIB Last Updated 2022-06-12T21:35:03Z
iklan

 

Ganja legal di Thailand
Thailand Legalkan Ganja Berikut Ketentuan dan Syaratny

Thailand legalkan ganja - Comunitynews - Thailand sah mengaplikasikan undang-undang yang melegalkan penanaman dan konsumsi berbentuk minuman atau makanan dan pemilikan mariyuana atau ganja semenjak Kamis, (9/6/2022) tempo hari. Tapi tetap larang warganya untuk mengisap ganja. Lalu kenapa Thailand legalkan ganja?


Negeri Gajah Putih itu jadi negara pertama di Asia. Baca argumen kenapa Thailand legalkan ganja pada artikel di bawah


Kenapa Thailand Legalkan Ganja


Pemerintahan Thailand dengan cara resmi meluluskan masyarakatnya untuk konsumsi sampai menanam ganja di dalam rumah walau mereka harus tetap memberitahukan pemda masing-masing.


Awalnya, Thailand sudah mempunyai adat penggunaan ganja manfaat untuk penyembuhan seperti menurunkan ngilu dan pegal-pegal pada 2018 waktu lalu.


Ketentuan baru itu mulainya berlaku efisien semenjak 120 hari sesudah draf hukum masalah pemakaian ganja legal dipublikasi dengan cara resmi lewat situs Royal Gazette dalam kurun waktu dekat.


Beberapa simpatisan tipe tanaman terlarang itu menyongsong baik dengan reformasi terakhir itu. Karena sepanjang inj Thailandi dikenali dengan popularitasnya sebagai negara yang berlakukan undang-undang anti narkoba secara tegas.


Pemerintahan, yang resmikan ganja sebagai tanaman komersil merencanakan akan memberi sekitar satu juta bibit tanaman ganja supaya petani di negara itu tergerak untuk menanamnya.


Tetapi, faksi berkuasa tetap berusaha menahan ledakan pemakaian tanaman ganja yang memiliki sifat akan rekreatif dengan batasi kandungannya dalam beberapa produk yang legal.


Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul mengingatkan warga jika tanaman ganja masih tetap tidak bisa dipakai untuk maksud komersil tanpa ijin.


Kementerian Kesehatan pada minggu tempo hari ajukan draf undang-undang pada pihak parlemen masalah pemerincian pemakaian ganja, terhitung produksi dan pemakaian secara komersil.


Salah satunya point dalan undang-undang itu mengetur mengenai larangan pemilikan dan pemasaran ganja yang memiliki kandungan lebih dari 0,2 % tetrahidrokanabinol, bahan psikoaktif dalam ganja. Ketentuan itu larang warga menghisap ganja. Bila kedapatan, karenanya pelanggar bisa dikenai denda dan dipenjara.


Dengan detail, RUU itu meliputi hukuman denda sejumlah 200 ribu baht untuk masyarakat yang menanam ganja tanpa memberitahukan pemerintahan di tempat terlebih dulu.


Dan hukuman tiga tahun penjara dan/atau denda sampai sejumlah 300 ribu baht (Rp 130 juta) untuk tiap masyarakat yang kedapatan jual ganja tanpa izin pemerintahan.


Adapun cara terakhir Thailand ini ditujukan untuk mempromokan ganja sebagai tipe tanaman komersial dan bisa diperbudidayakan.


Demikianlah keterangan berkenaan kenapa Thailand legalkan ganja? Walau legal, tetapi pemerintahan masih tetap mengaplikasikan peraturan yang perlu dipatuhi oleh masyarakatnya.


Sebagi info, negara Thailand melegalkan ganja sebagai obat di tahun 2018. Sekarang ini Thailand memasuki ke peningkatan ganja sebagai tanaman komersil dan membuat industri lokal yang memberikan keuntungan.


Dikabarkan Kamis 9 Juni 2022 ganja telah dihapus oleh daftar narkotika negara Thailand.


Tetapi, jika orang menanam tanaman ganja perlu mendaftarkan di program pemerintahan lebih dulu.


Bila ada pemakai ganja yang dipakai untuk kesenangan sementara merokok di muka umum akan memperoleh denda sampai pidana penjara.


Pemerintahan Thailand memperjelas senyawa psikoaktif dalam ganja, tetrahydrocannabinol atau THC terbatasi sampai 0,2 % dalam konsentrat ganja dan produk yang bisa dipasarkan di Thailand terhitung minyak dan permen.


Jika masyarakat menanam ganja di dalam rumah perlu registrasi dengan aplikasi telephone cerdas pemerintahan, PlookGanja atau "tanam ganja".


Sampai ini hari telah lebih dari 300.000 orang mendaftarkan ke program itu.


Departemen pemasyarakatan Thailand jelaskan 3.000 orang sudah dibebaskan dari penjara sesudah ditahan atas kejahatan berkaitan ganja semenjak undang-undang validitas ganja diubah minggu ini.

×
Berita Terbaru Update