-->

Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Budiman Sudjatmiko Prabowo: Masa Lalu yang Merekatkan

Sunday, January 28, 2024 | 7:56 PM WIB Last Updated 2024-01-28T12:56:16Z
iklan

Budiman Sudjatmiko Prabowo

Budiman Sudjatmiko Prabowo
Budiman Sudjatmiko Prabowo: Masa Lalu yang Merekatkan

Budiman Sudjatmiko Prabowo (comuntynews) - Dalam suatu peristiwa yang sarat makna di Jakarta Convention Center (JCC), Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengenang kembali momen bersama aktivis, termasuk Ketua Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) Agus Jabo dan eks politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko. Meski pernah berseberangan, Prabowo kini membuka lembaran baru dengan permohonan maaf kepada mereka.

 Rekonsiliasi yang Mengejutkan


Masa lalu Prabowo sebagai seorang tentara membawanya berseberangan dengan sejumlah aktivis, termasuk Agus Jabo dan Budiman Sudjatmiko. Bahkan, perbedaan pandangan antara mereka sempat mencapai tingkat kejar-kejaran. Namun, dalam acara "Suara Muda Indonesia Untuk Prabowo-Gibran," Prabowo mengejutkan para hadirin dengan mengungkap permohonan maafnya.

"Agus Jabo, ketua Prima, maaf pak Agus dulu saya kejar-kejar anda atas perintah, bandel sih," ucap Prabowo, diikuti riuh rendah relawan yang hadir. Permintaan maaf juga tak luput disampaikan kepada Budiman Sudjatmiko. 

"Saudara Budiman Sudjatmiko. Ini juga sorry man dulu gua kejar-kejar lo juga, tapi gua udah minta maaf sama lo," ungkap Prabowo di depan penonton yang bersorak.

 Reaksi Positif di JCC


Pernyataan permohonan maaf Prabowo terhadap para aktivis yang pernah berseberangan, seperti Agus Jabo dan Budiman Sudjatmiko, mendapat sambutan positif di JCC. Tepuk tangan meriah dari seisi ruangan menandakan penerimaan dan apresiasi terhadap langkah rekonsiliasi yang diambil oleh calon presiden tersebut.

 Kesimpulan

Dalam atmosfer politik yang penuh gejolak, langkah Prabowo Subianto untuk membuka lembaran baru dengan permohonan maaf kepada Agus Jabo dan Budiman Sudjatmiko memberikan nuansa berbeda. Pergulatan masa lalu yang kini dihadirkan dalam bentuk permintaan maaf menggambarkan kedewasaan politik dan semangat rekonsiliasi yang dibutuhkan dalam membangun persatuan bangsa. Sebuah babak baru yang menunjukkan bahwa di tengah perbedaan, kesatuan dan kebersamaan tetap menjadi landasan yang tak tergoyahkan.
×
Berita Terbaru Update