-->

Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Survei Elektabilitas Pilpres 2024: Prabowo-Gibran Unggul, Anies-Cak Imin Terkoreksi

Wednesday, January 17, 2024 | 12:21 AM WIB Last Updated 2024-01-16T17:21:27Z
iklan

Survei Elektabilitas Pilpres

Survei Elektabilitas Pilpres
Ilustrasi: Survei Elektabilitas Pilpres 2024: Prabowo-Gibran Unggul, Anies-Cak Imin Terkoreksi/Sumber Fhoto: hukumanews

Survei Elektabilitas Pilpres (comunitynews) - Hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei SPIN baru-baru ini menunjukkan bahwa elektabilitas tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertanding dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029 sedang mendominasi. Hasilnya, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengungguli dua pasangan calon lainnya.


2.178 orang dari 38 provinsi di Indonesia mengikuti survei yang dilakukan mulai 8–14 Januari 2024. Untuk memilih responden, metode multistage random sampling digunakan, sementara kuesioner digunakan untuk wawancara langsung. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95% dan margin kesalahan +/- 2,1%.

Hasil Survei dan Elektabilitas Pasangan Calon: Jika pemilu serentak dilakukan hari ini, para responden diminta untuk memilih di antara tiga pasangan calon presiden berikut ini. Hasilnya, pasangan Prabowo-Gibran memiliki elektabilitas tertinggi sebesar 50,9%, mengungguli pasangan Ganjar-Mahfud dengan 23,5% dan Anies-Cak Imin dengan 18,7%, sementara TT/TJ mendapatkan dukungan sebesar 6,9%.


Hasil survei dibahas oleh Igor Digrantara, Direktur Eksekutif SPIN. Ia menekankan peningkatan elektabilitas Prabowo-Gibran, yang sejalan dengan keinginan mayoritas pemilih untuk Pemilu 2024 dilakukan dalam satu putaran.

Keinginan Publik untuk Pemilu Satu Putaran: "Keinginan publik untuk pemilu satu putaran tampaknya terlihat dari tingkat elektabilitas calon Prabowo-Gibran yang terus meningkat." Menurut Igor Digrantara pada Senin (15/1/2024), berdasarkan survei yang dilakukan pada awal Januari 2024, perolehan suara yang mendukung paslon nomor urut 2 meningkat menjadi 50,9%.


Sementara itu, paslon nomor urut 1 dan 3 tampaknya terus mengalami degradasi. Terutama paslon Anies-Muhaimin, cukup dalam mengalami koreksi. Koreksi dukungan tersebut disebabkan oleh gaya debat Anies yang menyerang Prabowo. Ironisnya, upaya Anies untuk mendapatkan poin dukungan yang lebih besar justru berujung pada peningkatan dukungan Prabowo.

Hasil: Menjelang pemilihan presiden 2024, dinamika politik terus berubah. Fokus utama adalah dorongan publik untuk Pemilu satu putaran dan elektabilitas Prabowo-Gibran yang menguntungkan. Kita dapat melihat perubahan dalam dukungan, yang mungkin dipengaruhi oleh strategi kampanye calon presiden dan cara mereka berbicara dalam debat. Perubahan dinamika ini akan menjadi bagian penting dari hasil pemilihan 2024.

dikutip dari CNBC INDONESIA
×
Berita Terbaru Update