Home
Geopark Ciletuh
Pulau Kunti
Pulau Kunti Dilarang Untuk Turis
Travel
Pulau Kunti: Menggali Misteri dan Keunikan di Geopark Ciletuh

Pulau Kunti

Pulau Kunti
gelombang hingga cerita misteri, Pulau Kunti di Geopark

Pulau Kunti (comunitynews) - Dari desis gelombang hingga cerita misteri, Pulau Kunti di Geopark Ciletuh menyimpan daya tariknya sendiri. Namun, apa yang membuat pulau ini menjadi misterius? Berikut kita akan menyelami kisah di balik Pulau Kunti yang menarik perhatian banyak orang.

 Mengenal Pulau Kunti dan Sejarahnya


Pulau Kunti, sebuah dataran kecil di kawasan Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencuri perhatian dengan namanya yang diambil dari sosok setan kuntilanak. Sebutan "kunti" sendiri berasal dari nada tawa perempuan yang sering terdengar di pulau ini, menciptakan misteri tersendiri bagi penduduk sekitar.

Lokasinya tak jauh dari Kampung Palampang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, menjadi bagian dari Hutan Suaka Margasatwa Cikepuh atau Cagar Alam Cibanteng. Para penduduk setempat menyebut nada tawa "kunti" sebagai sebuah misteri, tetapi ada penjelasan ilmiah di balik fenomena ini.

 Suara Misterius Pulau Kunti


Fenomena nada tawa di Pulau Kunti ternyata berasal dari air laut yang menghantam komplek batuan di sekitar pulau saat pasang. Komplek batuan ini, terbuat dari batu konglomerat atau melan hasil dari lava jutaan tahun lampau, menciptakan dentuman serupa nada kuntilanak saat gelombang menghantam. Penjelasan ini disampaikan oleh Geo Ranger Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG), Saman.

Meskipun penjelasan ilmiah telah diberikan, namun daya tarik dan eksotisme Pulau Kunti tak terbantahkan. Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai jenis hewan, seperti rusa dan elang Jawa, dengan pantai yang memikat hati.

 Mengapa Pulau Kunti Dilarang Untuk Turis?


Meski begitu indah dan misterius, Pulau Kunti memiliki batasan akses. Sejak tahun 2024, pulau ini dilarang untuk dimasuki oleh masyarakat umum. Larangan ini merupakan kebijakan konservasi cagar alam yang diimplementasikan di pulau ini.

Iwan Setiawan, Kepala Resor Cikepuh, menjelaskan bahwa sebenarnya sejak awal sudah ada larangan untuk melakukan kegiatan apapun di Pulau Kunti. Namun, seiring dengan statusnya sebagai bagian dari CPUGG, banyak kegiatan wisata yang digelar di kawasan ini. Dengan diberlakukannya larangan ini, diharapkan keberadaan Pulau Kunti tetap terjaga sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam.

 Masa Depan Pulau Kunti dan Kebijakan Konservasi


Pulau Kunti bukan hanya tempat wisata biasa, melainkan juga kawasan konservasi cagar alam. Oleh karena itu, larangan untuk melakukan kegiatan manusia di pulau ini dianggap mutlak. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari pertimbangan pengaruh status geopark yang disandang oleh Ciletuh.

Tim asesor UNESCO akan merevalidasi kawasan ini pada akhir tahun 2024. Jika kawasan konservasi terlihat semrawut dan tidak terjaga, nilai geopark yang telah dicapai dapat turun. Oleh karena itu, sangat penting bagi wisatawan untuk memahami dan menghormati kebijakan konservasi yang diterapkan di Pulau Kunti.

Dengan demikian, meskipun Pulau Kunti tidak dapat diakses oleh wisatawan secara langsung, pesonanya tetap dapat dinikmati dari perahu wisata. Dengan segala keunikan dan keindahannya, Pulau Kunti mengajarkan kepada kita pentingnya menjaga kelestarian alam, bahkan jika itu berarti kita harus mengorbankan kesenangan pribadi.

Blog authors