-->

Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sirekap KPU: Pro dan Kontra Di Balik Aplikasi Kontroversial

Friday, February 16, 2024 | 10:02 AM WIB Last Updated 2024-02-16T03:02:32Z
iklan

 Sirekap KPU

Sirekap KPU
Sirekap KPU: Pro dan Kontra Di Balik Aplikasi Kontroversial

Sirekap KPU (comunitynews) - Sebuah kontroversi melanda media sosial seiring dengan maraknya penggunaan aplikasi Sirekap yang dikembangkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Video dugaan kecurangan tersebar luas, mempertanyakan kehandalan sistem rekapitulasi suara yang dihadirkan melalui aplikasi ini.

Dalam video yang beredar di berbagai platform, terungkap beragam kesalahan dan error yang terjadi pada proses entry data melalui aplikasi Sirekap Pemilu 2024. Angka hasil penghitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang semula tercatat secara fisik, mengalami perubahan drastis setelah dipindai oleh aplikasi Sirekap.

Mengenai tudingan ini, Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, dengan tegas membantah adanya upaya manipulasi atau kecurangan dalam aplikasi Sirekap. Ia menjelaskan bahwa perbedaan data terjadi karena kesalahan sistem dalam memindai angka yang dimasukkan ke dalam sistem.

"Dalam Sirekap, ada sistem untuk mengkonversi dari foto formulir, dan kemudian secara otomatis akan muncul angka hitungannya. Nah, di situ ada problem," ungkap Hasyim di kantornya, Jakarta, pada Kamis (15/2/2024).

Hasyim mengakui bahwa KPU sendiri menyadari adanya kesalahan pembacaan data. Data yang salah dimasukkan dapat terbaca di sistem, dan KPU berkomitmen untuk segera mengoreksi data-data tersebut.

"Oleh karena itu, kami mengetahui, dan tentu saja, untuk penghitungan atau konversi dari formulir ke angka penghitungan, akan kami koreksi sesegera mungkin," tegasnya.

Meski terdapat kesalahan membaca data, Hasyim mengapresiasi keberadaan Sirekap. Baginya, aplikasi ini memberikan transparansi kepada publik terkait data penghitungan di TPS.

"Patut kita syukuri ada Sirekap yang bisa mengunggah itu, dan kemudian hasil penghitungan di TPS bisa diketahui oleh publik," ujar Hasyim.

"Jadi enggak ada yang sembunyi-sembunyi, enggak ada yang diam-diam, tapi semuanya kita publikasikan apa adanya. Sehingga, misalkan ada formulir C hasil pleno yang diunggah dan ada yang salah hitung atau salah tulis, nanti juga akan kita koreksi," tambahnya.

Meskipun Sirekap menghadapi kritik, Hasyim menyatakan bahwa keberadaannya tetap memberikan nilai positif dengan membuka akses informasi kepada masyarakat. Namun, pertanyaan tentang ketepatan teknologi Sirekap dalam mengelola data dan menghindari kesalahan sistem masih menjadi sorotan tajam di tengah perdebatan yang terus berkembang.
×
Berita Terbaru Update