-->

Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wiranto : Stop Yang Mencari Keuntungan Dalam Aksi Kerusuhan Papua

Saturday, August 31, 2019 | 11:33 AM WIB Last Updated 2019-08-31T04:39:57Z
iklan
Comunitynews.com-Jakarta, dilansir CNN- Menteri Koordinator Bagian Politik, Hukum, serta Keamanan Wiranto akui sudah tahu faksi yang mendapatkan untung dari beberapa momen yang berlangsung di Papua serta Papua Barat semenjak minggu kemarin.

Wiranto : Stop Yang Mencari Keuntungan Dalam Aksi Kerusuhan Papua
Sumber gambar dari akun resmi presiden

Ia mengacu dari laporan dari Badan Intelijen Negara serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian waktu rapat hanya terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/8).


"Memang gaduh ini ada yang tunggangi, ngompori, memprovokasi, ada yang menyengaja dorong terjadi kericuhan," Wiranto waktu pertemuan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat malam (30/8).


"Dari laporan barusan BIN, Kapolri, kita ketahui siapa yang coba bisa  dapat keuntungan dari keonaran ini. Kita ingatkan siapa juga dia, hentikan itu, karenanya cuma ingin buat situasi instabil," sambungnya.


Tetapi Wiranto tidak mengatakan dengan jelas faksi yang mendapatkan untung itu.


Bekas Panglima ABRI itu lalu mengemukakan jika Presiden Joko Widodo pun tidak ingin ada aksi represif dari aparat dalam mengatasi Papua serta Papua Barat. Jokowi, kata Wiranto, malah ingin aksi persuasif atau lunak.


Jokowi menjelaskan itu dalam rapat hanya terbatas bersama dengan Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta beberapa petinggi negara yang lain.


Wiranto menyebutkan Jokowi ingin aparat membuat perlindungan objek-objek penting dan sarana publik serta sarana punya negara. Jangan pernah ada yang dirusak sebab bisa menghalangi pekerjaan warga.


"Satu aksi yang tak perlu sebab mengganggu atau mengakibatkan kerusakan bangunan, fasilitias yang dipakai warga sendiri, hingga demo pengacau mengakibatkan kerusakan suatu, sebetulnya mengkhianati rakyat, sebab dibuat dengan uang rakyat," sebut Wiranto.


Warga di beberapa wilayah di Papua dalam beberapa waktu paling akhir lakukan tindakan demonstrasi, dipacu tindakan pengepungan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya serta Malang, waktu lalu. Pengepungan ini diwarnai sangkaan rasialisme pada mahasiswa Papua.


Demonstrasi di Manokwari, Sorong, Fakfak, sampai Jayapura diwarnai kejadian keonaran. Massa mengakibatkan kerusakan sarana publik sampai kendaraan bermotor.


Paling baru, demonstrasi di Deiyai pada Rabu tempo hari (28/8) menyebabkan seseorang anggota TNI AD serta dua masyarakat sipil wafat.


Tindakan demonstrasi dari warga Papua berlangsung di beberapa propinsi di Indonesia. Tempo hari beberapa puluh pemuda Papua mengadakan demonstrasi di muka Mabes TNI AD serta Istana Merdeka. Mereka bahkan juga sudah sempat mengibarkan Bendera Bintang Kejora di muka Istana Merdeka.
×
Berita Terbaru Update