Home
Berita Utama
kecelakaan pesawat
pesawat Mandala
Berita Hari Ini Mengenang Sejarah Kecelakaan Pesawat Mandala Jatuh Dan Meledak
Hari Ini akan jadi peristiwa dalam sejarah: Mandala Air Meledak, 149 Orang Meninggal Terhitung Gubernur Sumatera Utara

Berita Hari Ini Mengenang Sejarah Kecelakaan Pesawat Mandala Jatuh Dan Meledak
Gambar hanya ilustri sumber pixabay.com


Dilansir dari KOMPAS.com - Ini hari, pas 14 tahun kemarin, Pesawat Mandala Air dengan nomer penerbangan RI-091 alami kecelakaan pada Senin pagi, 5 September 2005.


Dalam Harian Kompas, 6 September 2005 mencatat, pesawat type Boeing 737-200 itu jatuh serta meledak di Jalan Jamin Ginting, lokasi Padang Bulan, Kota Medan, Sumatera Utara sekejap sesudah terlepas landas dari Lapangan terbang Polonia pada jam 10.06.


"Awalannya terdengar gemuruh keras pesawat. Cuma sekejap, mendadak terdengar ledakan keras dari arah lapangan terbang. Belum berpikir apa yang berlangsung, aku lihat tubuh pesawat Mandala yang dibalut bunga api melaju deras tidak karuan dari arah landasan serta jatuh persis disamping kanan jalan Jalan Jamin Ginting," tutur satu diantara masyarakat, Ana boru Tarigan.


Dia meneruskan, serpihan yang dibarengi bunga api itu beterbangan ke mana-mana serta berhamburan di Jalan Jamin Ginting, atau seputar 100 mtr. dari Pasar Pagi Padang Bulan.


Mengakibatkan, tidak cuma penumpang serta awak pesawat yang ikut jadi korban, masyarakat yang ada di seputar tempat insiden wafat di tempat. Beberapa korban terbagi dalam yang tinggal di rumah, pemilik warung, pengayuh becak, dan pejalan kaki.


Insiden ini tewaskan 149 orang terhitung penumpang serta awak dan 50 orang masyarakat di seputar tempat insiden. Sementar 18 orang penumpang dikatakan selamat.


Antara penumpang pesawat yang meninggal, tertera Gubernur Sumatera Utara yang memegang saat itu, Tengku Rizal Nurdin jadi korban.


Tengku Rizal awalannya akan hadiri rapat beberapa gubernur dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


Tidak hanya Tengku Rizal, ada juga dua anggota Dewan Perwakilan Wilayah Sumut, Abdul Halim Harahap serta Raja Inal Siregar yang bekas Gubernur Sumatera Utara periode tahun 1988-1998.


Jadi penghormatan, selesai makan malam, Presiden SBY ajak semua peserta rapat berdiri untuk heningkan cipta, kembali kenang arwah beberapa korban kecelakaan pesawat Mandala Air, khususnya Rizal Nurdin.


Waktu heningkan cipta, bangku yang awalannya disiapkanu Gubernur Sumut itu dibiarkan kosong disamping kanan presiden sesudah Menteri Koordinator Politik Hukum serta Keamanan, Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Menteri Daya serta Sumber Daya Mineral, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Tubuh Usaha Punya Negara, serta Panglima TNI.


Presiden waktu itu menyebutkan, Rizal Nurdin jadi satu diantara putra paling baik bangsa serta teman dekat dalam tugas-tugas kenegaraan.

Urutan insiden 


Pesawat berpenumpang penuh itu alami tidak berhasil take off. Pesawat itu mendadak saja meledak, menabrak, serta menggilas apa yang berada di depannya.


Kemudian, tubuh pesawat menerabas sampai ke permukiman masyarakat di seberang ujung landasan. Insiden ini selanjutnya membuat sayap kiri pesawat menghajar toko kelontong yang ada pas di batas Lapangan terbang Polonia. Ini membuat tiga orang yang ada di toko kelontong itu terbawa sayap peawat.


Pesawat baru berhenti sesudah menabrak tiang listrik di Jalan Jamin Ginting. Selanjutnya pesawat alami ledakan dengan tubuh yang patah jadi dua. Sisi ekor pesawat ketahan di tiang listrik, sesaat sisi depannya terus meluncur serta menghantamlima buah rumah di sekelilingnya.


Sisi depan pesawat itu terbakar habis yang ikut membakar lima buah ruko di sekelilingnya.

Blog authors