-->

Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gerakan Penurunan Stunting Indramayu Berhasil Masuk 3 Besar Wilayah Turunkan Angka Stunting

Tuesday, December 28, 2021 | 9:27 AM WIB Last Updated 2021-12-28T02:27:25Z
iklan


 

Indramayu - Comunitynews - gerakan Penurunan Stunting Jawa barat Indramayu masuk ke barisan tiga besar wilayah yang sukses turunkan angka stunting (tidak berhasil tumbuh) pada balita di Jawa Barat.


Hasil survey kasus nutrisi balita versus Study Status Nutrisi Indonesia (SSGI) sampai tahun akhir 2021, stunting di Kabupaten Indramayu turun mencolok di angka 14,4 %.


Walau sebenarnya awalnya prevalansi stunting di Kabupaten Indramayu di tahun 2019 terdaftar sekitar 29,19 %.


Itu maknanya, sepanjang dua tahun akhir, Kabupaten Indramayu sukses turunkan prevalansi stunting lebih dari 50 % kasus.


"Alhamdulillah, (pengurangan stunting) semua karena usaha keras pemerintahan dan warga untuk tekan kasus nutrisi balita di Kabupaten Indramayu," ungkapkan Bupati Indramayu, Nina Agustina, ditemani Kepala Dinas Kesehatan, Deden Bonni Kosawara, Selasa, 28 Desember 2021.


Awalnya, Nina mempersiapkan sebuah team yang bekerja menangani kasus stunting. Mereka terbagi dalam elemen kesehatan, kader pembangunan manusia dan TP PKK.


Elemen yang lain diikutsertakan ialah pengiring Program Keluarga Keinginan (PKH) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Merencanakan (PLKB).


Team ini disebutkan team Lincah (Pergerakan Pengurangan keluarga Penerima Manfaat Indramayu Terintegrasi). Mereka dibuat dimulai dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai ke tingkat dusun.


Nina menerangkan, semua elemen diikutsertakan secara terintegrasi. Dan semua bujet, rencana dan peraturan stunting yang berada di semua OPD bisa menjadi satu.


Dengan detail Nina menerangkan, team dari elemen kesehatan misalkan, akan diisikan oleh petugas nutrisi, petugas kesehatan lingkungan dan bidan dusun.


Dalam pada itu Deden Bonni Koswara, mengatakan, berdasar data Riskesdas tahun 2018-2019, kebiasaan kasus stunting di Kabupaten Indramayu capai 29,19 %, dari keseluruhan balita yang capai 129 ribu. Dengan kebiasaan itu, karena itu jumlah balita stunting capai sekitaran 40 ribu balita.


Tetapi Deden menjelaskan data itu berlainan dengan data real up-date hasil bulan penimbangan balita yang sudah dilakukan puskesmas. Sampai Oktober 2021 jumlah balita yang terdaftar stunting cuman ada 6.120 balita.


"Tetapi, data yang dianggap oleh Bappenas ialah Riskesdas . Maka kami masih menanti hasil Riskesdas 2023," pungkas Deden.

×
Berita Terbaru Update