Home
cara
cara menyimpan daging kurban di dunia
daging kurban
Idul Adha
Qurban
Beberapa Tips Cara Menyimpan Daging kurban di Kulkas

 

Beberapa Tips Cara Menyimpan Daging kurban di Kulkas
Beberapa Tips Cara Menyimpan Daging kurban di Kulkas 


Cara menyimpan daging kurban di Kulkas - comunitynews - Idul Adha, kaum muslim tentu saja akan berbagi daging kurban untuk yang berkurban.


Begitu juga sama yang tidak melakukan kurban akan memperoleh porsi daging yang dibagikannya.


Musim Idul Adha jadi peristiwa jumlahnya daging kurban hasil pembagian.


Anda yang cemas bagaimana cara menyimpan daging kurban Idul Adha supaya tahan lama di kulkas, baca langkah-langkah di bawah.


Ada banyak hal yang perlu jadi perhatian supaya daging kurban Idul Adha tahan lama saat diletakkan di kulkas.


Berikut cara menyimpan daging kurban Idul Adha supaya tahan lama di kulkas diambil beragam sumber cocok Real Simple.


Pakai Kertas Penyerap Daging


Anda yang ingin menyimpan daging kurban Idul Adha di kulkas dan supaya tahan lama, langkah awal dapat memakai kertas daging.


Keras daging dapat membuat daging tahan lama dalam sekian hari.


Kantong Ziplock


Anda dapat memakai kantong Ziplock untuk menyimpan daging supaya tahan lama.


Kertas frezzer bisa juga Anda pakai secara Ziplock bila ingin menyimpan lama daging kurban Idul Adha.


Segel dengan Rapat Habis Ambil Beberapa Daging


Bila Anda cuma memanfaatkan beberapa daging dan ingin membekukannya kembali, seharusnya pakai plastik segel.


Balut kembali daging yang diambil sebagian.


Tetapi, seharusnya tidak boleh memakai daging cuma sebagian lalu menaruhnya kembali karena kualitas dan rasa akan mengalami penurunan.


Ahli produksi ternak dari Fakultas Peternakan UGM, Panjono, Ph.D., mengutarakan tata cara menyimpan dan menggarap atau mengolah daging kurban tersebut.


Panjono menghimbau warga langsung mengolah daging hasil kurban tersebut. Namun, bila daging kurban tersebut terpaksa sekali untuk disimpan, karena itu Panjono menyarankan untuk lakukan beberapa hal berikut diambil dari situs sah UGM:


  1. Tidak boleh membersihkan daging fresh. Panjono menjelaskan jika daging yang akan diletakkan seharusnya tidak dicuci. Karena, bila dicuci maka memberikan kesempatan untuk beberapa penyakit yang dari air mentah masuk ke daging.
  2. Giling atau potong daging jadi ukuran kecil/ sedang sama sesuai gagasan masak.
  3. Untuk gilingan/ potongan daging berdasar prediksi kebutuhan sekali masak.
  4. Bungkus daging giling/ potongan yang sudah dipisah itu dalam kantung plastik atau tempat tertutup rapat, lebih baik lagi jika divakum.
  5. Bila point ke-2 , ke-3 , dan ke-4 ini dilaksanakan maka dapat memudahkan saat kelak akan menggunakan daging yang sudah disimpan.
  6. Simpan dalam chiller sesaat, selanjutnya baru diletakkan dalam freezer.


Panjono menerangkan daging akan tahan lama saat dipeti-eskan dalam freezer. Namun sebelumnya, kita harus juga memerhatikan point ke-5 ini. Ini buat jaga susunan daging supaya masih tetap stabil serta dapat makin empuk.


Saat alami proses pendinginan, daging akan alami proses rigormortis (kejang-kejang). Maka dari itu, daging seharusnya dimasukkan pada chiller (bagian kulkas yang bersuhu 2oC - 5 oC), supaya proses pendinginan bisa berjalan rata dan pembekuannya (daging dimasukkan pada freezer) terjadi tiba-tiba. "Pembekuan yang mendadak dan tidak rata dapat menghancurkan susunan daging," tegas Panjono.


Panjono ikut memberi panduan berkaitan tata cara memproses atau mengolah daging itu. Pertama, daging harus diolah secara benar dan matang.


Ini buat membunuh bibit-bibit penyakit yang peluang ada dalam daging. Ke-2 , bila daging itu dipanggang, seperti dibikin jadi sate dan lain-lain, Panjono memberi pesan untuk buang beberapa bagian yang gosong atau kerak dari tempat pemanggangan.


"Sisi-sisi yang poin (dari daging panggang) itu seharusnya tidak boleh dimakan, karena tidak baik untuk kesehatan," tandas Panjono

Blog authors