Home
Bengkel Inovasi
Energi Masa Depan Negeri
Kelurahan Kebonsari
Minyak Jelantah Menjadi Energi
Bengkel Inovasi dari Kelurahan Kebonsari: Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Energi Terbarukan
Bengkel Inovasi dari Kelurahan Kebonsari
Lurah Kebonsari, Asep Muzain

Cilegon (comunitynews) - Bengkel Inovasi di Kelurahan Kebonsari, yang mewakili Kecamatan Citangkil, berhasil masuk lima besar dalam lomba cipta inovasi se-Kota Cilegon. 

Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian juri adalah kompor berbahan dasar minyak jelantah (minyak bekas), sebuah terobosan yang menawarkan solusi efisien dan ramah lingkungan.

Inovasi kompor ini memiliki banyak manfaat signifikan, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada gas elpiji. Dengan menggunakan minyak jelantah sebagai bahan bakar, kompor ini menjadi alternatif hemat dan aman bagi pengguna. Minyak jelantah, yang biasanya dibuang setelah digunakan untuk menggoreng, kini dapat diolah menjadi sumber energi yang bermanfaat.

Lurah Kebonsari, Asep Muzain, menjelaskan bahwa kompor ini dirancang dan diproduksi oleh bengkel inovasi di kelurahannya. 

"Minyak bekas yang biasanya sudah tidak layak pakai, kini bisa dimanfaatkan kembali. Di sini, minyak jelantah bisa digunakan sebagai bahan bakar kompor. Selain itu, kompor ini juga bisa menggunakan oli bekas," kata Asep Muzain.

Selain kompor berbahan minyak jelantah, Lurah Asep juga memperkenalkan mesin pengupas singkong yang sangat efisien. 

"Mesin pengupas singkong ini mampu mengupas 100 kilogram singkong dalam waktu 45 menit, sangat menghemat waktu dan tenaga. Dengan mesin ini, para pelaku UMKM di Kebonsari akan sangat terbantu," jelasnya.

Tidak berhenti di situ, Asep juga menciptakan alat musik dari bambu yang dinamakan Pringtum. Alat musik ini menghasilkan nada yang indah dan memiliki desain unik yang menggabungkan estetika tradisional dengan inovasi modern. 

"Pringtum memiliki nada tiga oktaf, mirip seperti piano, namun terbuat dari bahan baku bambu. Ini berawal dari kecintaan kami pada musik," tambah Asep.

Menariknya, semua inovasi ini dibuat tanpa menggunakan anggaran APBD. "Inovasi ini murni hasil dari dana pribadi. Tim juri dari Kota Cilegon sudah menilai, dan kami harap bisa terus berinovasi dan memenangkan lomba cipta inovasi ini," kata Asep.

Ke depannya, Asep berencana untuk memproduksi inovasi-inovasi ini secara massal dan mendapatkan hak cipta.

 "Jika ada kelurahan lain yang ingin belajar membuat inovasi seperti ini, kami terbuka untuk berbagi ilmu," pungkasnya.

Dengan semangat inovasi dan kreativitas, Kelurahan Kebonsari diharapkan bisa menjadi yang terbaik dalam lomba cipta inovasi se-Kota Cilegon dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Red





Blog authors