Home
GREBEK POSYANDU
Kabupaten Tangerang
stunting adalah
GREBEK POSYANDU: Langkah Tepat Cegah Stunting di Kabupaten Tangerang

Tangerang (Comunitynews) Minggu lalu, Kabupaten Tangerang menjadi sorotan dengan program inovatif mereka dalam upaya mengatasi stunting. 

Pada hari Selasa, 21 Mei 2024, TP-PKK Kabupaten Tangerang mengadakan Workshop Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting Terintegrasi. 

Acara ini dibuka oleh Ibu Pj. Ketua TP-PKK, Mirasari Andi Ony. Dalam sambutannya, Mirasari mengungkapkan langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh pemerintah daerah dalam melawan stunting melalui program GREBEK POSYANDU yang dijadwalkan mulai Juni 2024.

Dalam paparannya, Mirasari Andi Ony menekankan bahwa program ini bukan hanya sekadar inisiatif biasa. Program GREBEK POSYANDU merupakan serangkaian langkah strategis yang disebut "10 Langkah PASTI".

Langkah-langkah ini dirancang khusus untuk memastikan intervensi yang efektif dan efisien dalam pencegahan stunting. Melalui pendataan, pengukuran standar, dan edukasi yang tepat, Kabupaten Tangerang berharap dapat menurunkan prevalensi stunting secara signifikan.

 1. Pendataan Ibu Hamil dan Balita


Pendataan merupakan langkah awal yang krusial dalam setiap program intervensi kesehatan. Untuk GREBEK POSYANDU, pendataan dilakukan secara menyeluruh terhadap ibu hamil dan balita di seluruh daerah Kabupaten Tangerang.

  • Memastikan data ibu hamil dan balita tercatat dengan akurat.
  • Identifikasi kelompok sasaran utama yang memerlukan intervensi.
  • Penggunaan sistem data terintegrasi untuk memudahkan monitoring dan evaluasi.

 2. Kehadiran di Posyandu


Kehadiran ibu hamil dan balita di posyandu sangat penting untuk memonitor kesehatan mereka secara berkala. Oleh karena itu, memastikan kehadiran mereka menjadi salah satu fokus utama program ini.

  • Sosialisasi pentingnya kunjungan rutin ke posyandu.
  • Pengaturan jadwal yang fleksibel untuk memudahkan ibu hamil dan balita.
  • Penggunaan sistem pengingat kunjungan melalui SMS atau aplikasi mobile.

 3. Penyediaan Alat Antropometri Terstandar


Ketersediaan alat ukur yang standar dan akurat sangat penting dalam mendeteksi dan mencegah stunting. Program ini memastikan bahwa semua posyandu memiliki alat antropometri yang memenuhi standar.

  • Pengadaan alat antropometri yang sesuai standar WHO.
  • Pelatihan penggunaan alat bagi kader posyandu.
  • Pemeliharaan dan kalibrasi rutin alat antropometri.

 4. Pelatihan Kader Posyandu


Kader posyandu adalah ujung tombak dalam implementasi program ini. Oleh karena itu, pelatihan bagi mereka menjadi salah satu prioritas utama.

  • Pelatihan keterampilan penimbangan dan pengukuran antropometri.
  • Penyuluhan mengenai gizi ibu hamil dan balita.
  • Metode intervensi yang efektif untuk masalah gizi.

 5. Penimbangan dan Pengukuran Standar


Proses penimbangan dan pengukuran balita dilakukan menggunakan alat antropometri yang terstandar. Hal ini untuk memastikan bahwa data yang diperoleh akurat dan dapat diandalkan.

  • Penimbangan rutin setiap bulan di posyandu.
  • Penggunaan teknik pengukuran yang tepat.
  • Pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran dalam sistem data terintegrasi.

 6. Intervensi Gizi


Intervensi gizi dilakukan pada ibu hamil dan balita yang teridentifikasi memiliki masalah gizi. Ini termasuk pemberian suplemen dan makanan tambahan yang dibutuhkan.

  • Identifikasi kasus malnutrisi secara dini.
  • Pemberian suplemen gizi sesuai kebutuhan.
  • Edukasi tentang pentingnya asupan gizi seimbang.

 7. Edukasi di Posyandu


Edukasi mengenai pentingnya gizi yang baik dan pola hidup sehat diberikan secara rutin di posyandu. Ini untuk memastikan bahwa ibu hamil dan balita mendapatkan informasi yang tepat.

  • Sesi edukasi mingguan di posyandu.
  • Materi edukasi yang mudah dipahami.
  • Penggunaan media audio-visual untuk menarik minat.

 8. Pencatatan Hasil dan Intervensi


Setiap hasil penimbangan, pengukuran, dan intervensi dicatat dalam sistem informasi e-PPGBM pada hari yang sama. Hal ini untuk memastikan data yang akurat dan terkini.

  • Pencatatan hasil di hari yang sama.
  • Penggunaan sistem informasi yang terintegrasi.
  • Monitoring dan evaluasi rutin berdasarkan data.

 9. Monitoring dan Evaluasi


Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang ditetapkan.

  • Monitoring mingguan oleh tim TP-PKK.
  • Evaluasi bulanan untuk mengidentifikasi kendala.
  • Penyesuaian strategi berdasarkan hasil evaluasi.

 10. Pembiayaan dan Rujukan


Ketersediaan dana untuk pelaksanaan program ini sangat penting. Selain itu, rujukan kasus ke fasilitas layanan kesehatan juga menjadi bagian dari langkah intervensi.

  • Penganggaran dana yang memadai untuk pelaksanaan program.
  • Kerjasama dengan fasilitas kesehatan untuk rujukan kasus.
  • Pemantauan penggunaan dana secara transparan.

Melalui program GREBEK POSYANDU ini, diharapkan Kabupaten Tangerang dapat mencapai target penurunan prevalensi stunting secara signifikan. Ibu Pj. Ketua TP-PKK, Mirasari Andi Ony, menyatakan optimisme bahwa dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, TP-PKK, dan masyarakat, masalah stunting dapat diatasi dengan efektif dan efisien.

 "Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi prevalensi stunting di Kabupaten Tangerang secara signifikan," ujarnya.

Epi Indarti, Sekdis DPPKB Kabupaten Tangerang, menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mempercepat penurunan dan pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Tangerang. 

"Dalam kegiatan ini juga memberikan pengetahuan kepada para kader TP-PKK yang ada di Kecamatan hingga tingkat Desa nantinya, guna mendeteksi para balita dan bayi dalam pertumbuhan dan asupan gizinya," jelasnya.

Dengan demikian, program GREBEK POSYANDU bukan hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga langkah strategis yang berkelanjutan untuk memastikan generasi masa depan Kabupaten Tangerang tumbuh sehat dan bebas dari stunting.

Blog authors