blackberry handphone Techno

Kenapa BlackBerry yang Sempat Mendominasi, tetapi Dapat Pailit dan Kalah dari Android? Rupanya Ini Pemicunya

comunitynews
4:39 AM
0 Comments
Home
blackberry
handphone
Techno
Kenapa BlackBerry yang Sempat Mendominasi, tetapi Dapat Pailit dan Kalah dari Android? Rupanya Ini Pemicunya

Kenapa BlackBerry yang Sempat Mendominasi, tetapi Dapat Pailit dan Kalah dari Android? Rupanya Ini Pemicunya

Sumber pixabay Istock ilustrasi

Tecno - comunitynews - Handphone BlackBerry benar-benar disukai dan jadi alat berkomunikasi berjuta umat pada periodenya. Tetapi, ketenaran dari Android dan iPhone membuat BlackBerry harus pailit pada 2016.


Pada periode jayanya (sekitaran 1999-2007), BlackBerry melejit dan berkembang sebagai salah satunya perusahaan yang inovatif. Dimulai dari pegawai kantoran, mahasiswa, siswa, petinggi bahkan juga bekas Presiden Amerika Serikat, Barack Obama pernah menggunakan BlackBerry.


Sayang, saat-saat cantik yang dimliki BlackBerry itu harus usai. Sekarang ini, nyaris semuanya orang lebih menyenangi dan menggunakan Android atau iPhone sebagai alat berkomunikasi.


Lalu, kenapa BlackBerry dapat pailit dan kalah saing dengan Android atau Apple (iPhone)? Dikutip Jurnal Soreang dari account Instagram @billionairecoach.co.id, semua berbeda sejak 2007 lalu.


Di tahun itu, dijumpai perusahaan Apple mengeluarkan iPhone pertama kalinya. Meskipun BlackBerry tidak langsung lenyap demikian saja, tetapi ada dua reaksi bersimpangan yang terjadi pada Android dan BlackBerry.


Android yang barusan dibeli Google pada 2005, mengganti arah idenya dengan mengikuti mode handphone iPhone. Walau sebenarnya awalnya, Android ingin mengikuti BlackBerry yang waktu itu, mode HP-nya benar-benar terkenal dan dicintai semuanya orang.


Karena sangat terkenalnya BlackBerry, merek-merek handphone lain keluarkan handphone dengan mode design keyboard Qwerty.


BlackBerry, memberi respon kehadiran iPhone dengan rileks dan sebanding tetrbalik dari Android. Bahkan juga, BlackBerry condong meremehkan iPhone dan berbicara, iPhone tidak laris karena harga yang mahal.


Pada awalnya, pengucapan BlackBerry masalah iPhone itu memang betul ada. Di awal launching, iPhone banyak memiliki permasalahan dan mendapatkan banyak keluh kesah dari pemakainya.


Tetapi seiring waktu berjalan, satu demi satu permasalahan iPhone dapat diperbarui. Warga mulai terima, dan perkembangannya benar-benar cepat sampai dapat semakin unggul dari BlackBerry.


Bersamaan mengembangnya iPhone, Android ikut juga berjaya. Saat itu, justru BlackBerry yang tersuruk dan pailit.


Lepas dari bangkrutnya BlackBerry di 2016, ada banyak hal positif yang dapat diambil. Pertama, jangan sampai meremehkan kompetitor atau pesaing yang ada disekitaran, karena pada akhirannya itu bisa menjadi bumerang.


Ke-2 , sebelumnya taktik pemasaran yang sudah dilakukan BlackBerry pantas dapat acungan jempol. Semenjak awalnya keberadaannya, BlackBerry sudah lakukan taktik pemasaran gerilya.


Taktik pemasaran dari BlackBerry itu digerakkan dengan, tiap perwakilan dari BlackBerry bertandang ke pusat-pusat usaha. Kehadiran ke pusat usaha itu, mempunyai tujuan untuk pinjamkan handphone BlackBerry sepanjang sebulan.


Taktik pemasaran gerilya dari BlackBerry rupanya sukses. Beberapa orang di saat itu rasakan faedah yang beberapa dari memakai BlackBerry.


Karena keringanan BlackBerry yang dijajakan, pada akhirnya handphone itu memiliki pasarnya sendiri. Pemasaran dari BlackBerry saat itu juga naik mencolok.


Pada akhirannya, all good things must come to an end - Semua narasi dan hal manis harus usai. BlackBerry sekarang sudah pailit, dan sekarang ketenarannya diganti oleh iPhone dan Android.


Karena keringanan BlackBerry yang dijajakan, pada akhirnya handphone itu memiliki pasarnya sendiri. Pemasaran dari BlackBerry saat itu juga naik mencolok.


Pada akhirannya, all good things must come to an end - Semua narasi dan hal manis harus usai. BlackBerry sekarang sudah pailit, dan sekarang ketenarannya diganti oleh iPhone dan Android.


Tag : 

BlackBerry, bangkit,iPhone,penyebab,meremehkan, android

Blog authors