pelecehan seksual

Pelecehan seksual Berbentuk Chat di Gruop

comunitynews
3:51 PM
0 Comments
Home
pelecehan seksual
Pelecehan seksual Berbentuk Chat di Gruop

 

Pelecehan seksual Berbentuk Chat di Gruop
Pelecehan seksual Berbentuk Chat di Gruop

Pelecehan seksual Berbentuk Chat di Gruop - comunitynews - Seorang wanita yang profesinya sebagai Public Relation sebuah perusahaan mainan anak-anak di Jakarta diperhitungkan alami pelecehan seksual dari beberapa rekanan kerjanya. Sangkaan itu tersingkap melalui upload Twitter account namanya @jerangkah alias Richo Pramono, suami wanita itu.


Dalam upload itu, Richo bercerita pelecehan berawal saat istrinya disuruh menjadi mode photo produk kantornya.


"Istri saya mendapatkan pelecehan berbentuk chat di grup persahabatan kantornya. Narasi bermula saat istri disuruh jadi mode photo produk kantornya," papar Richo.


Sesudah ambil gambar usai, Richo menjelaskan photografer berinisial DC ambil salah satunya frame photo yang menunjukkan sisi punggung istrinya tanpa ijin. Rupanya, photo itu tidak dipakainya untuk keperluan kantor, tetapi untuk bahan berbuat tidak etis istrinya di grup WhatsApp kantor.


"Tidak izin, photo itu diambil saat istri tidak siap untuk mengawali proses pengambilan foto. Masih fitting. Itu mengapa masih tetap ada bra yang menempel di punggung. Lain dengan photo hasil yang dipakai unit usahanya," katanya.


Sesudah dibagikan ke grup, Richo menjelaskan 'sambutan' dari sama-sama rekanan kantor istrinya selanjutnya ada. Ia juga mengupload kutipan gambar dari dalam grup WhatsApp istrinya.


Kelihatan, pria berinisial SB keluarkan komentar tidak pantas pada photo istrinya yang diupload oleh DC.


"Langsung sekujur badan saya berasa dingin dan gemetaran luar biasa meredam merasa sakit hati dan emosi yang paling dalam. Tidak mengerti dengan enteng jempolnya ada pria jadikan kata-kata melepaskan bra istri orang sebagai bergurauan," kata Richo.


Bahkan juga, Richo sampaikan jika sangkaan pelecehan mengikutsertakan dua pegawai lain bernisial T dan VV. Ia berbicara mereka memakai photo yang lain sebagai bahan bergurauan seronok.


"Seakan ngeframing istri saya dan temannya dipotret itu seperti pelacur yang sedang 'menjajakan jasa'. Mengapa lucu? Salah satunya aktornya wanita!," katanya.


"Dapat bisanya karena hanya istri saya duduk berdua dengan temannya, sesudah kenakan pakaian produk kantornya, lalu diframing dengan kata-kata 'Lagi tunggu dipilih'," katanya.


Tidak itu saja, Richo menjelaskan DC sampai menggeret anaknya dalam pembicaraan itu.


"Yang saya sensor ada di belakang kalimat 'lihat mama mu' ialah nama anak saya. Entahlah di mana nurani mereka memasangkan nama anak saya di tengah-tengah pembicaraan bodoh jenis ini," kata Richo.


"Istri saya cuma ingin bekerja dengan niat memberi kontributor pada rumah tangga. Tetapi rupanya walau bekerja di industri yang established, tidak selanjutnya membuat dia lepas dari resiko pelecehan. Lantas dia memundurkan diri," katanya.


Berkaitan dengan hal tersebut, Richo memperjelas 


akan menemani istrinya untuk menghadap ke team HR tempat istrinya bekerja untuk membikin tuntutan, yaitu menuntut hapus peraturan one month notice untuk istrinya dan minta untuk mengeluarkan dengan tidak hormat semuanya orang yang turut serta dalam kasus sangkaan pelecehan itu.


"Mengapa harus dikeluarkan? Karena banyak pegawai lain memiliki hak memperoleh lingkungan kerja yang sehat. Bukan terganggu oleh ekosistem toxic jenis ini. Bibit predator sex bermula disini, dari pembiaran pembiaran sekitar lingkungan," kata Richo.


"Banyak yang gantungkan hidup dan mati keluarganya dari kantor ini. Sepantasnya mereka mendapatkan pelindungan dari perusahaannya. Tempat kerja yang sehat dan nyaman," katanya.


Lebih dari itu, Richo merencanakan untuk tempuh lajur hukum atas sangkaan pelecehan yang menerpa istrinya.


Berdasar penelusurkan, istri Richo dengan status sebagai public relation PT Toys Game Indonesia (Toys Kingdom), sisi dari Kawan Lama Grup yang berbasiskan di Jakarta.


Tanggapan Kawan Lama Grup


Lewat account instagram resminya, Kawan Lama Grup akui melakukan interograsi berkaitan kasus ini.


"Kawan Lama Grup dan unit usaha tidak mentolerir semua wujud pelecehan seksual dan kami memiliki komitmen untuk hilangkan semua perlakuan atau sikap pelecehan pada tempat kerja yang nyaman dan aman untuk semua pegawai," catat Kawan Lama Grup.


"Kawan Lama Grup memberikan dukungan beberapa langkah penuntasan permasalahan itu dan akan bekerja bersama dengan korban (pegawai Kawan Lama Grup) untuk proses selanjutnya," begitu.

Blog authors