Home
Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang
ponpes AL Zaiyun Indaramayu
Pentingnya Penanganan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang Menanggulangi Ekstremisme

 Pondok Pesantren Al-Zaytun  Panji Gumilang 

Pondok Pesantren Al-Zaytun  Panji Gumilang
Pentingnya Penanganan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang Menanggulangi Ekstremisme

Pondok Pesantren Al-Zaytun  Panji Gumilang - comunitynews -  Kasubdit Kontra Radikal Densus 88 Anti Teror Polri, AKBP Budi Novijanto, memberikan tanggapannya terkait kontroversi yang melibatkan Pondok Pesantren Al-Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang.

Dia menyatakan bahwa keberadaan Ponpes terbesar di Asia Tenggara ini tidak bisa dianggap sepele. Pondok Pesantren ini berpotensi melahirkan kelompok radikal baru dan menjadi tempat tumbuhnya benih-benih terorisme apabila tidak ditindaklanjuti dengan serius.

Budi menjelaskan bahwa Al-Zaytun menjadi laboratorium untuk memproduksi calon teroris di masa depan karena keterkaitannya dengan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW 9). Bahkan, Panji Gumilang sebagai pemimpin Pondok Pesantren tersebut diketahui juga menjabat sebagai pimpinan NII KW 9.

Dalam ajaran yang diterapkan oleh NII KW 9, terdapat praktik pemobilisasian dana dengan menyandarkan ajaran Islam yang telah disalahgunakan. Selain itu, dalam ajaran NII KW 9 juga terdapat penafsiran ayat-ayat Alquran yang menyimpang serta paham takfiri yang menghukumi kafir terhadap kelompok-kelompok di luar NII KW 9.

"Kita melihat bahwa pelaku teror berasal dari akar yang sama, yaitu intoleransi. Selain itu, NII KW 9 yang bersifat pragmatis tidak menggunakan tindakan teror seperti yang dilakukan oleh JI (Jemaah Islamiyah). Namun, tindakan yang dilakukan oleh Panji Gumilang adalah menyuburkan rekrutmen calon-calon teroris dengan menanamkan dasar-dasar militansi dan kebencian terhadap NKRI," kata Budi dalam sebuah video yang diunggah di saluran YouTube Padasuka TV pada Kamis (22/6/2023).

Oleh karena itu, menurut Budi, Pondok Pesantren Al Zaytun dapat menjadi embrio dari kelompok teror jika tidak ditangani dengan tepat. Bahkan, dia memprediksi bahwa Al Zaytun memiliki potensi untuk menjadi embrio kelompok teror. Meskipun pola yang dilakukan oleh Al Zaytun berbeda dan tidak melibatkan tindakan perlawanan, namun mereka berupaya menguasai wilayah.

"Maka, jika kita melihat mengapa wilayah Al Zaytun begitu luas, menyebar di mana-mana, karena itulah polanya. Mereka tidak melakukan tindakan seperti kelompok NII yang lain. Namun, mereka akan mencoba menguasai wilayah-wilayah yang ada di Indonesia," ungkap Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa individu yang bergabung di Al Zaytun berpotensi untuk bergabung atau direkrut oleh gerakan atau kelompok-kelompok teror. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan pengawasan dan penyadaran segera terhadap mereka yang terlibat di Al Zaytun.

Budi menyampaikan keprihatinannya bahwa tanpa adanya penyadaran dan pengawasan yang memadai, individu-individu tersebut berpotensi membentuk kelompok baru dengan nama yang berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama. 

"Yang pasti, mereka akan mengancam kedaulatan NKRI. Target mereka jelas untuk mendirikan negara Islam. Selain itu, mereka juga berpotensi menghancurkan masa depan para pemuda yang tergabung di Pondok Pesantren Al Zaytun, termasuk menjadi anggota NII itu sendiri. Mereka akan memanfaatkan pemuda lain yang kehilangan pekerjaan atau terasing dari kehidupan sosialnya," tambahnya.

Ikuti Berita menarik lainya di Google News

Blog authors