Home
Bakteri Mycoplasma pneumoniae
Kasus Bakteri Pneumonia Mycoplasma
Setelah Teridentifikasi, Enam Kasus Bakteri Pneumonia Mycoplasma pada Anak Sekolah

Bakteri Pneumonia Mycoplasma

Bakteri Pneumonia Mycoplasma
Ilustrasi: Setelah Teridentifikasi, Enam Kasus Bakteri Pneumonia Mycoplasma pada Anak Sekolah

Kasus Bakteri Pneumonia Mycoplasma - comunitynews - Di China, peningkatan kasus pneumonia "misterius" yang diduga disebabkan oleh bakteri mycoplasma pneumonia telah menarik perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah melaporkan enam kasus mycoplasma pneumonia di Indonesia. Semua kasus tersebut menyerang anak-anak usia sekolah.

Namun, yang menarik adalah bahwa semua kasus yang ditemukan dari Oktober hingga November 2023 telah sembuh sepenuhnya setelah mendapatkan perawatan khusus. Saat ini, enam kasus pneumonia mycoplasma telah dikonfirmasi.

Menurut dr. Maxi Rein Rondonuwu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dalam konferensi pers online yang diadakan pada Rabu (6/12/2023), "Saya katakan "yang pernah" karena ini sudah lama dan pernah dirawat di beberapa rumah sakit (RS)."

Dr. Maxi mengatakan bahwa mycoplasma pneumonia adalah jenis bakteri yang telah ada sejak lama, bahkan sebelum pandemi Covid-19 pada akhir 2019. Namun, jumlah kasus infeksi di China baru-baru ini meningkat. "Sebelum Covid-19, incidence-nya 8,5 persen. Jadi, penyakit ini sudah lama ada." Dr. Maxi menjelaskan bahwa itu benar-benar meningkat di China.

Dr. Nastiti Kaswandani, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), mengatakan bahwa pneumonia yang disebabkan oleh mycoplasma pneumonia bukanlah penyakit baru dalam konteks ini. Dia mengatakan bahwa kasus mycoplasma pneumonia biasanya menyerang anak-anak di prasekolah dan di sekolah, dengan peningkatan hingga 30%.

"Mycoplasma pneumonia memang paling tinggi pada anak pra-sekolah dan anak usia sekolah, itu sampai 30 persen. Kalau pada bayi, mungkin di bawah 5 persen," tambah dr. Nastiti.

Menurut data dari Kemenkes RI, enam pasien yang didiagnosis menderita mycoplasma pneumonia adalah anak-anak di usia prasekolah dan sekolah, dari tiga hingga dua belas tahun. Mereka dapat mengalami gejala awal seperti demam, ingus, sakit kepala, hingga batuk. Beberapa di antaranya bahkan mengatakan mereka mengalami sesak napas.

"Gejala yang ada hampir semua sama, dan hasil pemeriksaan laboratorium memang di Medistra sendiri diperiksa. Itu memang positif bakteri pneumonia mycoplasma," jelas dr. Maxi.

Selain itu, mycoplasma pneumoniae, salah satu bakteri penyebab pneumonia di seluruh dunia, dapat menyebar melalui droplet cairan di udara dan menyebabkan gejala khas, seperti batuk yang berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan bulan.

Blog authors