-->

Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Angin Puting Beliung Rancaekek: Amuk Alam yang Mencengangkan

Thursday, February 22, 2024 | 8:41 AM WIB Last Updated 2024-02-22T01:41:03Z
iklan

Angin Puting Beliung Rancaekek

Angin Puting Beliung Rancaekek
Angin Puting Beliung Rancaekek dari tangkap layar video beredar

Angin Puting Beliung Rancaekek (comunityews) - Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat - Video amuk angin mirip tornado di Rancaekek tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Setiap rekaman memperlihatkan ketangguhan alam, mulai dari pusaran awan hitam yang menggumpal hingga belalai awan menjulur ke bumi. Kejadian ini mencatat dampak yang tak terbantahkan, terutama dalam kawasan industri, perumahan, dan jalan raya.

Salah satu video dari pemilik akun X menciptakan nuansa mencekam di jalanan. Berada di dalam kendaraan, sang pengunggah video menyaksikan pepohonan patah, tumbang, bahkan tercerabut terbang di depannya. Beberapa mengenai kendaraannya, merusak kaca depan dengan retak yang menganga.

Sementara itu, video lain menampilkan kekacauan dari balik jendela kaca sebuah pabrik. Merupakan akhir yang dramatis ketika benda-benda beterbangan semakin dekat dan akhirnya menghantam jendela kaca tersebut.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, kejadian ini terpencar di perbatasan Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dan Rancaekek, Kabupaten Bandung. BPBD mencatat insiden ini terjadi pada Rabu sore, dimulai pukul 15.30 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mengklaim telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sebanyak empat kali di wilayah Jawa Barat sepanjang Rabu, sebelum amukan angin melanda. Peringatan tersebut disampaikan dari pukul 11.30 WIB hingga 16.40 WIB.

Berdasarkan analisis cuaca BMKG, suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar wilayah Indonesia mendukung peningkatan suplai uap air ke beberapa wilayah, termasuk Jawa Barat. Kelembapan udara yang mencapai 45-95 persen turut berperan dalam peristiwa ini.

BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Pulau Sumatera, menciptakan area netral poin dengan pertemuan angin (konvergensi) dan perubahan arah angin (shearline) di sekitar Jawa Barat.

Fenomena ini mampu merangsang pertumbuhan awan di sekitar wilayah konvergensi dan shearline. Menurut catatan BMKG, indeks labilitas berada pada kategori sedang hingga tinggi di sebagian besar wilayah Jawa Barat, menunjukkan potensi peningkatan aktivitas pertumbuhan awan konvektif secara lokal.

Amukan alam ini menciptakan kehancuran nyata, memberikan pelajaran tentang kekuatan alam yang patut dihormati. Dalam momen seperti ini, solidaritas dan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca menjadi kunci untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini untuk bersama-sama menjaga kelestarian bumi yang kita huni.

sumber tempo
×
Berita Terbaru Update