-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dua Politikus India Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

Tuesday, June 7, 2022 | 9:27 AM WIB Last Updated 2022-06-07T02:31:43Z
iklan

 

Dua Politikus India Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi
Dua Politikus India Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

Menghina Nabi Muhammad - Comunitynews - Dua politikus India yang menghina Nabi Muhammad SAW mendapatkan hukuman skorsing dari Partai Bharatiya Janata (BJP).

Nupur Sharma dan Naveen Kumar Jindal sebagai anggota BJP. Sharma memegang sebagai jubir, sementara Jidal ialah kepala operasi media.


Ke-2 nya melemparkan kalimat yang menghina Nabi Muhammad SAW. Sharma keluarkan pengakuan di sebuah acara diskusi di tv, dan Jidal mencuitkannya di media sosial.


Sharma mendapatkan ancaman berbentuk skorsing dari keanggotaan khusus partai. Sejurus dengan itu, seperti diambil dari Aljazeera, Jindal dikeluarkan dari partai.


Benturan terjadi di negara sisi India karena sikap itu. Bahkan juga terjadi juga demo yang berisikan pesan supaya 2 orang itu diamankan.


Kalimat ke-2 orang itu telah memunculkan amarah media sosial di beberapa negara Arab yang menggerakkan memboikot produk India, dan memandang India ikuti tapak jejak Prancis dan China dalam memberikan dukungan Islamofobia.


Beberapa negara tetangga India, seperti Pakistan, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi mengumandangkan kekesalan atas pengakuan polemis itu. Organisasi Kerja sama Islam ikut memberikan hujatan keras atas suara penghinaan itu.


BJP telah mengatakan mereka menghormati semua agama dan mencemooh penghinaan pada personalitas agama apa saja. BJP sebagai partai berkuasa di India dan sebagai partai asal Pertama Menteri Narendra Modi.


Sharma dan Jindal telah menyanggah lakukan penghinaan dan berasa sekedar menyikapi banyak komentar yang ada berkenaan dewa-dewa Hindu.


Seperti dikutip Times of India dan India Today, Senin (6/6/2022), komentar bersuara menghina Nabi Muhammad yang dilemparkan Nupur Sharma, yang memegang jubir BJP ini, telah memacu kekacauan penuh kekerasan di Kanpur, Uttar Pradesh. Tidak diterangkan selanjutnya masalah komentar polemis yang dilemparkan Sharma itu.


Dalam pengakuannya, BJP umumkan Sharma telah dicheck oleh komisi disiplin partai dan hasilnya ia tidak diaktifkan dari BJP. Dipertegas oleh BJP jika Sharma telah sampaikan penglihatan yang berlawanan dengan status partai dalam beragam hal, yang terang menyalahi konstitusi partai.


"Anda telah sampaikan penglihatan yang berlawanan dengan status Partai dalam beragam hal, yang sebagai pelanggaran terang pada ketentuan nomor 10 (a) pada konstitusi BJP," begitu pengakuan Sekretaris Komisi Disiplin Pusat BJP, Om Pathak, dalam surat ke Sharma.


"Saya telah ditujukan untuk sampaikan ke Anda jika sepanjang penyidikan selanjutnya berjalan, Anda tidak diaktifkan dari partai dan dari tanggung-jawab/pekerjaan Anda bila ada, dengan selekasnya," tegas surat itu.


Sharma sendiri telah sampaikan permintaan maaf dan mengambil kembali komentarnya yang memacu pro-kontra. "Saya menarik kembali kalimat saya bila itu sakiti sentimen agama siapa saja," katanya.


Selainnya Shamar, BJP ambil perlakuan pada Naveen Kumar Jindal yang mempublikasikan pengakuan yang dipandang memprovokasi masalah Nabi Muhammad lewat Twitter. Jindal yang pimpin unit media BJP di New Delhi dikeluarkan dari partai.


Dipertegas BJP jika penglihatan yang dikatakan Jindal lewat media sosial telah menghancurkan kerukunan umat dan terang menyalahi kepercayaan esensial.


Awalnya di tengah kerusuhan yang dipacu komentar Sharma dan Jindal, Sekretaris Jenderal BJP Arun Singh memperjelas partai yang memayungi Pertama Menteri (PM) Narendra Modi itu benar-benar melawan ideologi apa saja yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apa saja.


"Partai Bharatiya Janata menghormati semua agama," tegas Singh dalam pengakuannya, tanpa menyentuh Sharma atau Jindal.


Sementara itu, banyak komentar polemis masalah Nabi Muhammad itu memacu reaksi keras dari beberapa negara Timur tengah. Laporan The Telegraph India menyebutkan Qatar, Iran dan Kuwait pada Minggu (5/6) panggil Duta Besar India di daerah masing-masing untuk sampaikan protes keras dan mencela pengakuan polemis itu.

×
Berita Terbaru Update